Inilah 4 Perbedaan Asuransi Syariah dan Asuransi Konvensional

Meski pangsa pasarnya masih mini, asuransi syariah berkembang lumayan pesat. Produk asuransi syariah semakin banyak peminat. Tak heran, jumlah perusahaan asuransi yang menawarkan produk asuransi berbasis lslami terus bertambah.

asuransi-syariah

Akan tetapi, tahukah Anda beda asuransi syariah dengan asuransi konvensional? Sebab ternyata masih banyak masyarakat yang belum mengetahuinya. Dalam sebuah dialog mengenai asuransi, ada peserta yang mengatakan, bedanya kalau di asuransi syariah ada bismillah di polis, sedang di asuransi konvensional tidak ada. Hal-hal lainnya sama. Sedikitnya ada empat perbedaan antara asuransi syariah dan asuransi konvensional.

Pertama, dari perspektif akad atau kesepakatan. Dalam asuransi konvensional, nasabah meminta perusahaan asuransi menanggung risikonya. Sementara dalam asuransi syariah, nasabah dan perusahaan asuransi membuat kesepakatan saling menolong atau ta’awuni dan saling melindungi alias takafuli antarmereka.

Kedua, yang menanggung risiko. sebagai konsekuensi perbedaan kesepakatan tadi, dalam asuransi syariah yang menanggung risiko adalah nasabah dan bukan perusahaan asuransi. Sedangkan pada asuransi konvensional, nasabah memindahkan risikonya ke perusahaan asuransi. Dengan membayar sejumlah premi, risiko ditanggung penuh oleh perusahaan asuransi.

Ketiga, premi. Pada asuransi syariah, kontribusi yang dibayar peserta bukanlah milik perusahaan asuransi. Soalnya, prinsip yang dianut adalah konsep risk sharing. Artinya, premi dikumpulkan untuk mendanai peserta yang terkena musibah. Dalam konsep syariah, perusahaan asuransi hanya mendapat upah dari peserta. Upah ini merupakan imbalan lantaran perusahaan asuransi bertugas mengelola transaksi asuransi, seperti pemasaran, administrasi, underwriting, pengelolaan portofolio risiko, pengelolaan dana tabarru, dan pembayaran klaim. Adapun pada asuransi konvensional, sebagai konsekuensi prinsip risk transfer, premi merupakan hak perusahaan asuransi sepenuhnya.

Keempat, pemisahan dana peserta dan dana perusahaan asuransi. Dalam asuransi konvensional, premi yang dibayar tertanggung otomatis milik perusahaan asuransi, kemudian premi tersebut oleh perusahaan asuransi dicatat sebagai pendapatan perusahaan. Dalam konsep asuransi syariah, perusahaan asuransi hanya membukukan upah alia sujrah yang mereka peroleh sebagai pendapatan perusahaan dan tidak membukukan seluruh
premi.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.