Pembahasan Lengkap Hukum Asuransi Prudential dalam Islam, Cek di Sini!

Pembahasan Lengkap Hukum Asuransi Prudential dalam Islam, Cek di Sini!

Banyak masyarakat milenial yang membeli produk asuransi sebagai upaya perlindungan finansial di masa depan. Sebab berbagai hal buruk yang dapat mempengaruhi finansial bisa datang kapan saja. Warga Indonesia sendiri yang mayoritas muslim, banyak menanyakan perihal hukum asuransi Prudential dalam Islam. Untuk menjawab pertanyaan tersebut, berikut pembahasan lengkapnya.

Asuransi dari Kacamata Islam

Sebelum membahas mengenai asuransi Prudential yang merupakan produk dari perusahaan asuransi ternama, PT Prudential Life Assurance, dan paling banya dipilih oleh masyarakat Indonesia, perlu diketahui terlebih dahulu bagaimana pandangan Islam terhadap asuransi itu sendiri.

Read More

Dimana menurut perspektif Islam, asuransi bukan termasuk jual beli yang dihalalkan. Sebab asuransi dianggap sebagai riba yang diharapkan, lantaran perlindungannya tidak mempunyai wujud. Selain itu, akad asuransi dinilai mengandung gharar alias hal hal yang kurang pasti. Padahal dalam Islam, akad jual beli itu harus jelas berapa yang harus dibayar dan berapa yang akan didapat.

Asuransi Syariah Dianggap Sebagai Jembatan

Untuk menjawab hukum asuransi Prudential dalam Islam, anda perlu menengok kembali jenis produk asuransi yang ditawarkan di pasaran. Jika asuransi konvensional yang memiliki akad gharar diharamkan, hadirnya asuransi syariah dianggap sebagai jembatan bagi umat Islam. Yang mana asuransi tersebut menganut konsep syariah agar menghindari elemen ribawi.

Konsep dasar asuransi syariah ini adalah berlandaskan Al-Qur’an, tidak seperti asuransi konvensional yang berbagai aturannya dibuat oleh manusia. Akad yang digunakan juga bukan akad jual beli gharar, melainkan akad tabarru’ yang tujuannya tolong menolong dan kebaikan alih alih hanya komersil. Dilengkapi Dewan Pengawas Syariah (DPS), pengelolaan risikonya pun berbagai antar nasabah.

Asuransi Prudential Syariah

Selain menawarkan asuransi konvensional, Prudential juga memiliki produk asuransi syariah. Apabila nasabah setuju menjadi nasabah Prudential syariah, maka terdapat dua akad yang perlu disetujui. Akad yang berlaku di sini mungkin dapat membantu anda menjawab pertanyaan terkait dengan hukum asuransi Prudential dalam Islam.

Adapun dua akad yang disetujui antara lain akad tijarah atau mudharabah dan akad tabarru’ atau hibah. Akad mudharabah adalah akad antara peserta dengan Prudential, dimana peserta bertindak sebagai shahibul mal atau pemegang polis, sedangkan Prudential syariah akan berperan sebagai mudharib atau pengelola.

Sementara itu, akad hibah adalah antar peserta asuransi. Jadi di sini peserta yang terkena musibah akan diberi hibah dari peserta lain dengan tujuan untuk menolongnya. Prudential sendiri akan berperan sebagai pengelola dana hibah tersebut. Sehingga dana tetap milik para peserta, dan Prudential hanya bertindak untuk mengelolanya dibawah pengawasan DPS sesuai prinsip syariah.

Fatwa MUI Tentang Pedoman Asuransi Syariah

Hukum Asuransi dalam Islam Sesuai Fatwa MUI & Al Quran - Qoala Indonesia

Agar dapat menjawab kegelisahan para muslim yang ingin membeli produk asuransi, MUI akhirnya mengeluarkan Fatwa tentang Pedoman Asuransi Syariah. Berdasarkan fatwa tersebut, dijelaskan bahwa Islam tidak melarang untuk mempunyai asuransi. Namun dengan syarat bahwa dana yang dikumpulkan memang dikelola sesuai syariat Islam.

Lebih jelasnya, anda bisa melihat Fatwa MUI nomor 21/DSN-MUI/X/2001. Singkatnya, asuransi syariah dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap jiwa dan harta seseorang, mempunyai unsur tolong menolong dalam bentuk dana tabarru’, dan risiko maupun keuntungan dibagi rata ke seluruh peserta yang terlibat. Sehingga ini dapat menjawab hukum asuransi Prudential dalam Islam.

Demikian pembahasan mengenai hukum asuransi Prudential dari kacamata Islam. Meski begitu, sampai sekarang masih ada pro kontra terkait hal tersebut. Sehingga kembali lagi pada kepercayaan masing masing. Selain itu, anda juga sebaiknya tidak hanya mengandalkan dana asuransi. Tapi persiapkan diri dengan dana darurat, tabungan, dan investasi.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.