Tips Memilih Asuransi

Pada artikel kali ini, kita akan menjelaskan tips memilih asuransi diantara sekian banyak produk asuransi yang ada dipasaran. Sebagaimana yang kita ketahui, polis asuransi yang berlembar—lembar dengan huruf yang sangat mini memang membuat nasabah enggan membacanya. Dengan hanya berbekal ilustrasi tenaga penjual, informasi yang didapat nasabah kurang maksimal. Meski setiap tahun perolehan premi asuransi tumbuh terus, ternyata penetrasi asuransi di tanah air ini masih di bawah 2%. Artinya, tak sampai lima juta orang Indonesia yang memiliki polis asuransi. Mengapa? Jawabannya bisa bermacam-macam. Mulai masih rendahnya kesadaran orang untuk melindungi diri dan harta bendanya dari potensi kerugian di masa depan, premi yang mahal dan berpotensi hangus jika tidak melakukan klaim, prosedur yang rumit, hingga kisah kekecewaan sebagian orang terhadap produk asuransi.tips memilih asuransi

Penolakan perusahaan asuransi membayar klaim karena tidak sesuai dengan klausul dalam polis asuransinya kerap menjadi cerita panas. Kasus-kasus seperti itu tentu tidak akan terjadi bila nasabah mau membaca contoh polis sebelum membeli produk asuransi. Secara umum, polis asuransi di Indonesia memang mengecualikan pelanggaran hukum dari pembayaran klaim. Misalnya saja, kita mempunyai polis asuransi mobil. Kebetulan, ketika kita mengalami kecelakaan penyebabnya adalah kita melanggar aturan lalu lintas. Pada kasus seperti itu, perusahaan asuransi tak akan mau membayar klaim.

Contoh di atas hanyalah salah satu contoh betapa penting mencermati berbagai tawaran produk asuransi. Kita tidak boleh asal mencomot salah satu tawaran yang masuk. Memilih produk asuransi tidaklah mudah karena manfaatnya tidak bisa Iangsung terlihat ketika baru dibeli. Bahkan, seringkali kita sama sekaii tak merasakan manfaatnya secara materi karena tidak mengalami risiko yang dijamin asuransi.

Orang berkantong tebal terkadang gelap mata membeli beragam polis asuransi untuk memproteksi diri dari segala risiko di kemudian hari. Kecenderungan orang Indonesia membeli produk asuransi bukan karena faktor kebutuhan tetapi kedekatan dengan agen asuransi. Banyak orang
membeli asuransi karena ditawari saudara yangjadi agen. Mereka asal beli tanpa tahu manfaatnya. Hal pokok yang harus diperhatikan sebelum
membeli produk asuransi adalah faktor kebutuhan. Tingkat kebutuhan setiap orang dan risiko yang dihadapi berbeda-beda. Jadi, kita tidak boleh
asal terbujuk oleh tawaran produk yang memang tidak terlalu dibutuhkan.

Kesalahan lain yang kerap menimpa nasabah adalah adanya kecenderungan orang yang sudah menerima polis Iangsung membayar premi asuransi tersebut, tanpa pernah mempelajari polis yang dia beli. Padahal, pihak asuransi telah menyarankan, sebelum membeli produk asuransi, calon nasabah sebaiknya meminta dulu contoh atau dummy polis agar bisa dipelajari sebelum membayar premi. Kebanyakan polis asuransi memang tersaji dalam banyak halaman dengan pemakaian huruf superkecil. Orang cenderung malas membacanya, apalagi karena menggunakan bahasa hukum yang berbelit-belit. Toh, bagaimanapun, sebaiknya nasabah membaca bahasan kalimat-kalimat itu secara detail daripada menyesal di kemudian hari.

Selain itu, nasabah sebaiknya mengetahui kriteria-kriteria klaim yang bisa dipenuhi dan klaim yang tidak ditanggung oleh perusahaan
asuransi Anda sebagai konsumen harus jeli menanyakan hal-hal pengecualian alias apa saja yang tidak dijaminkan. Oleh karena itulah, sebelum
Anda memutuskan membeli produk asuransi, ada beberapa Iangkah yang harus dilakukan agar bisa memperoleh manfaat maksimal di kemudian hari.

MENENTUKAN SKALA PRIORITAS

Sebelum memilih produk asuransi yang akan dibeli, Anda perlu melakukan profiling. Maksudnya, Anda perlu menganalisis kedudukan Anda sebagai calon nasabah dalam keluarga, siapa saja anggota keluarga yang menjadi tanggungan, sejarah kesehatan, pekerjaan, karakter, kebutuhan, dan kondisi lingkungan.

Dengan mengetahui profil diri sendiri, Anda bisa menentukan risiko dan jenis asuransi apa saja yang dibutuhkan. Apalagi, risiko atau kebutuhan hidup selalu berkembang dan berubah seiring perjalanan waktu dan nasib seseorang. Ada beberapa risiko yang mungkin terjadi dalam kehidupan ini. Antara lain, risiko kematian suami atau istri yang bisa berdampak negatif secara finansial bagi anak, risiko sakit, kecelakaan, cacat tetap, hingga terserang penyakit kritis. Kondisi ini secara finansial bisa menggerus dana atau pendapatan keluarga.

Ada pula risiko kehilangan pekerjaan karena faktor eksternal, seperti pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat krisis ekonomi atau perusahaan bangkrut. Risiko lainnya adalah kehilangan atau kerusakan barang berharga yang dimiliki. Misalnya rumah, motor, atau mobil. Masih banyak lagi risiko dengan berbagai tingkatan yang bakal Anda hadapi dalam mengarungi hidup ini. Pastinya, setelah melakukan kalkulasi risiko, Anda bisa membuat skala prioritas; mana risiko yang bisa ditanggung sendiri dan mana yang sebaiknya ditransfer kepada pihak lain, yakni perusahaan asuransi.

Misalnya, jika Anda seorang pegawai yang rutin menggunakan mobil sebagai sarana transportasi ke tempat kerja, tidak ada salahnya membeli produk asuransi kecelakaan dan asuransi mobil. Sementara bila Anda seorang karyawan, biasanya sudah mendapatkan asuransi kesehatan dari perusahaan. Jadi, minimal Anda tak perlu membeli produk asuransi lain.

Berbeda lagi dengan asuransi jiwa. Asuransi jenis ini lebih cocok dan wajib dimiliki oleh kepala keluarga. Seorang suami atau orangtua
tunggal memiliki tanggungjawab memberikan jaminan finansial bagi anak atau anggota keluarganya sebagai ahli waris bila meninggal dunia. Sedang pria lajang, yang belum memiliki tanggungan, tidak perlu membeli produk asuransi jiwa.

MEMAHAMI PRODUK

Setelah menentukan asuransi yang dipilih telah sesuai dengan kebutuhan, nasabah perlu mempelajari dan memahami betul produk tersebut. Sebagai contoh, Anda akan membeli asuransi kendaraan. Ada dua manfaat yang bisa dipilih, komprehensif atau total lost only. Cari tabu
plus-minus dari masing-masing jenis dan manfaat asuransi tersebut. Begitu pula bila daerah Anda rawan banjir, maka tidak ada salahnya
menambah perluasan jaminan atas risiko banjir untuk asuransi properti.

Setelah memahaminya, bandingkan asuransi sejenis itu dengan produk dari perusahaan asuransi lain. Tujuannya agar Anda mendapatkan produk yang terbaik dari sisi premi dan manfaatnya. Memahami produk ini sangatlah penting. Apalagi, bila Anda ingin membeli produk asuransi berbalut investasi seperti unit link.

MEMILIH PERUSAHAAN ASURANSI

Dalam memilih perusahaan asuransi, setidaknya ada dua hal yang diperhatikan. Pertama, stabilitas keuangan perusahaan. Kedua, branding
perusahaan. Anda bisa mengecek melalui laporan keuangan yang biasanya terdapat di website resmi perusahaan asuransi. Hal ini penting untuk
memastikan perusahaan ini sehat atau tidak. Tingkat kesehatan perusahaan bisa dilihat antara Iain dari sisi aset, premi, laba, risk based
capital minimal 120%, dan tingkat klaimnya. Bila perusahaan itu sehat, tentu proses klaimnya bisa dipenuhi secara baik dan lancar.

Brand bagi sebuah perusahaan asuransi sangat penting. Tidak heran bila perusahaan asuransi yang menyandang nama besar akan mati-matian menjaga brand-nya. Otomatis perusahaan itu akan sangat hati-hati dan cermat memberikan layanan kepada nasabah sehingga tidak menimbulkan kekecewaan. Berbeda dengan perusahaan kecil yang mengalami wanprestasi, mereka tidak peduli jika diberitakan oleh koran. Meski begitu, brand perusahaan asuransi yang kurang terkenal belum tentu tidak memberikan layanan bagus. Brand terkenal bisa menjadi salah satujaminan bagi nasabah dalam mengukur kemampuan perusahaan itu. Industri asuransi belum memiliki lembaga penjaminan seperti bank. Jadi, perlu berhati-hati dan cermat memilih perusahaan asuransi.

TENAGA PENJUAL ASURANSI

Ada beberapa kanal distribusi asuransi. Antara lain keagenan, bancassurance, dan telemarketing. Bila membeli asuransi melalui agen,
sebaiknya Anda memakai agen berlisensi. Bila ada tawaran membeli asuransi via online, cermati betul kebijakan-kebijakannya. Lebih baik bertemu dengan penjualnya agar bisa berkomunikasi dua arah secara langsung untuk mendalami produk dan polisnya.

Jika sudah bertatap maka dengan tenaga penjual, Anda harus jeli dalam bertanya. Pasalnya, tidak sedikit agen yang tidak memahami betul
produk yang dijualnya. Terutama produk asuransi yang cukup rumit, seperti unit link. Tidak ada salahnya Anda memanfaatkan pialang asuransi.

Berbeda dengan agen, pialang asuransi tak terikat dengan satu perusahaan sehingga bisa lebih objektif. Melalui pialang, Anda akan mendapatkan informasi produk beberapa perusahaan sehingga bisa membandingkannya. Namun, tidak semua pialang melayani pembeli retail. Namun, sekali lagi, Anda jangan serta-merta percaya pada tenaga penjual. Anda tetap harus membaca contoh polis dan mengkajinya dengan cermat.

Di tengah persaingan ketat, banyak perusahaan asuransi menawarkan promo premi murah atau bahkan diskon. Namun yang patut diketahui, premi murah ini juga sebanding dengan pertanggungan yang akan didapatkan. Artinya, semakin murah premi yang dibayarkan, maka uang pertanggungannya pun kecil. Jadijangan tergiur dengan mahal atau murahnya premi. Hal yang harus Anda selidiki adalah Iayanan dan pertang-
gungannya.

MELAKUKAN REVIEW

Ketika Anda sudah menjatuhkan pilihan dan membeli sebuah produk asuransi, mungkin Anda ingin terus memiliki produk itu dan memperpanjang polis secara terus-menerus. Apalagi, kini tidak sedikit perusahaan asuransi yang menerapkan sistem autorenewal atau perpanjangan
polis otomatis.

Dengan tidak ambil pusing, mungkin langsung Anda mengiyakan saja ketika agen asuransi menawarkan Iayanan ini karena Anda tak perlu
repot lagi mengurusi aneka dokumen. Dalam pikiran Anda yang penting tetap berasuransi dan tetap membayar premi. Di sinilah kebanyakan
nasabah lalai terhadap kewajiban mencermati produk asuransi. Sistem autorenewal memang memberi kemudahan bagi nasabah. Namun, sistem
ini menyebabkan Anda tidak bisa mengubah kebijakan yang ditetapkan dalam polis, yang sering dilupakan nasabah adalah meninjau kembali
kebutuhan dan isi polis mereka ketika akan memperpanjang polis.

Sebaiknya secara periodik seorang nasa bah asuransi mengkaji ulang produk asuransi yang dimilikinya. Tujuannya untuk mengecek apakah perlindungan asuransi yang dimiliki sudah mengikuti kebutuhan yang terus berkembang seiring perubahan zaman. Misalnya, seiring peningkatan jumlah kendaraan di jalan raya, risiko kecelakaan bakal bertambah besar. Untuk itu, bila polis asuransi kendaraan Anda belum menjamin risiko tanggung gugat atau tanggung jawab hukum tertanggung kepada pihak ketiga, maka tidak ada salahnya Anda menambah penjaminan ini. Nasabah harus memerhatikan atau mengecek risiko-risiko yang mungkin terjadi sehingga bisa memutuskan untuk menambah penjaminan atau justru mengurangi perluasan penjaminannya.

Polis perlu di-review karena keadaan seseorang senantiasa berubah. Misalnya, ada indikasi gangguan kesehatan di luar pertangungan dalam polis yang sudah ada. Jadi, dalam perpanjangannya, Anda bisa menambah pertanggungannya. Setiap tahun kita harus melakukan review. Bukan hanya melakukan review polis atau produknya, Anda sebaiknya mengecek ulang kondisi perusahaan asuransi. Sebab, perusahaan asuransi juga memiliki kinerja yang pasang surut. Selain itu, silakan cek kembali layanan klaim, apakah selama ini sudah puas? Jika jawabannya tidak, jangan ragu untuk menutup polis. Pengecekan ulang ini sebaiknya Anda lakukan sebelum polis berakhir, paling tidak satu atau dua
bulan sebelumnya.

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.